PT. BMR
PT. BMR
Gapenri
+62 21 269 629 68 Mon - Fri 09:00 - 17:00 Grand Duren Tiga Office Building Blok A Lt. 4 Jakarta, Indonesia
+62 21 227 918 70 Mon - Fri 09:00 - 17:00 Jl. Duren Tiga Raya No. 9 Jakarta Selatan, Indonesia
SBU yang sudah terbit
Lotte Engineering - Meindo Elang Indah - Wijaya Karya
PT. Bina Mitra Rancangbangun
https://ww.ptbmr.co.id
Register

Referensi

1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Jenis Usaha Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi berperan penting dalam perekonomian nasional terutama didalam mendukung tumbuh dan berkembangnya berbagai industri lintas sektoral. Pekerjaan konstruksi yang dapat dilakukan secara terintegrasi meliputi pekerjaan yang bersifat kompleks atau pekerjaan yang mendesak untuk segera dimanfaatkan, yang apabila tidak dilaksanakan secara terintegrasi berakibat pemenuhan nilai manfaat yang sebesar besarnya (value for money) tidak tercapai. Sementara itu, layanan usaha pada jenis usaha Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi meliputi:

  1. Rancang Bangun (Design And Build); dan
  2. Perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan atau dikenal dengan nama Engineering-Procurement-Construction (EPC)

Pelaksanaan Sertifikasi Badan Usaha Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi melalui prosedur penilaian kesesuaian kompetensi yang dikembangkan sesuai standar Internasional ISO17067 ini, adalah suatu upaya untuk mendukung proses pengadaan jasa konstruksi terintegrasi yang berkualitas di Indonesia.

1.2 Acuan Normatif

  1. Undang Undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
  2. Undang Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
  3. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2021, Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (Lampiran I dan Lampiran II Sektor Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat).
  4. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2021, Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi.
  5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha Dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
  6. SNI ISO/IEC 17065:2012 – Penilaian Kesesuaian – Persyaratan Untuk Lembaga Sertifikasi Produk, Proses, dan Jasa.
  7. SNI ISO/IEC 17067:2012 – Penilaian Kesesuaian – Fundamental Sertifikasi Produk Dan Panduan Skema Sertifikasi Produk.

1.3. Isitilah dan Definisi

  1. Sistem Sertifikasi adalah aturan, prosedur dan manajemen untuk pelaksanaan sertifikasi
  2. Skema Sertifikasi adalah Sistem sertifikasi terkait dengan Sertifikat Badan Usaha, proses dan jasa tertentu, diterapkan persyaratan yang ditetapkan, aturan dan prosedur tertentu yang sama.
  3. Pemilik Skema adalah Kementerian PUPR selaku regulator atas usulan PT. Bina Mitra Rancangbangun.
  4. Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah bukti registrasi/pendaftaran Pelaku Usaha untuk melakukan kegiatan usaha dan sebagai identitas bagi Pelaku Usaha dalam pelaksanaan kegiatan usahanya.
  5. Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah kode klasifikasi yang diatur oleh lembaga pemerintah non kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang statistik.
  6. Sertifikat Badan Usaha (SBU) adalah tanda bukti pengakuan terhadap Klasifikasi dan Kualifikasi atas kemampuan Badan Usaha Jasa Konstruksi termasuk hasil penyetaraan kemampuan Badan Usaha Jasa Konstruksi asing.
  7. Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) adalah tanda bukti pengakuan kompetensi tenaga kerja konstruksi.
  8. Klasifikasi adalah penetapan kelompok usaha Jasa Konstruksi berdasarkan jenis Bangunan Konstruksi, bagian Pekerjaan Konstruksi, bidang keilmuan, dan keahlian
  9. Subklasifikasi adalah pembagian penggolongan usaha jasa konstruksi menurut klasifikasi pekerjaan konstruksi. Sesuai dengan KBLI
  10. Penyedia Jasa adalah pemberi layanan Jasa Konstruksi.
  11. Pengguna Jasa adalah pemilik atau pemberi pekerjaan yang menggunakan layanan Jasa Konstruksi.
  12. Jasa Konstruksi adalah Layanan Usaha yang diberikan oleh Penyedia Jasa konstruksi berdasarkan kontrak konstruksi antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa
  13. Layanan Usaha adalah suatu lingkup layanan pekerjaan berdasarkan jenis dan sifat usaha Jasa Konstruksi
  14. Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi adalah jenis usaha yang menggabungkan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi konstruksi, meliputi layanan usaha Rancang Bangun (Design Build) dan Perekayasaan-Pengadaan-Pelaksanaan (Engineering Procurement
    Construction atau EPC)
  15. Klien adalah Badan Usaha Jasa Konstruksi yang mengajukan permohonan sertifikasi Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi
  16. Hari adalah adalah hari kerja sesuai dengan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
  17. Untuk keperluan dokumen ini, istilah dan definisi yang diberikan dalam dokumen terlampir, adalah tetap berlaku:
  1. a. ISO / IEC 17000, ISO / IEC 17067, ISO / IEC 17065 dan yang berikut ini, berlaku.
    b. ISO dan IEC memelihara basis data terminologis untuk digunakan dalam standardisasi di alamat berikut:
    I. Platform penjelajahan online ISO: tersedia di
    http://www.iso.org/obp
    II. IEC Electropedia: tersedia di 
    http://www.electropedia.org/
    c. Undang Undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, berlaku.
    d. Undang Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, berlaku.
    e. Peraturan Pemerintah Rep ublk Indonesia No. 14 Tahun 2021 tentang PerubahanPeraturan Pemerintah No 22 Tahun 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang No 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, berlaku.
    f. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 5 Tahun 2021 Tentang
    Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko,.

2. Ruang Lingkup

Skema sertifikasi disusun per subklasifikasi usaha jasa konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 82 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko. LSBU PTBMR menerapkan tipe Skema 6 sebagaimana diatur dalam ISO/SNI IEC:17067:2012 mencakup:

  1. Seleksi, mencakup kegiatan melengkapi dokumen permohonan, tinjauan permohonan (kecukupan permohonan) dan merencanakan determinasi/asesmen
  2. Determinasi, mencakup verifikasi dan asesemen (penilaian kesesuaian) kemampuan badan usaha
  3. Tinjauan, mencakup evaluasi hasil penilaian kesesuaian badan usaha terhadap pemenuhan persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi
  4. Keputusan sertifikasi oleh LSBU PTBMR, mencakup : penerimaan/penolakan, dan pemeliharaan sertifikasi
  5. Penetapan Sertifikasi oleh LPJK
  1. Hasil keputusan sertifikasi oleh LSBU PTBMR disampaikan kepada LPJK untuk mendapatkan penetapan
    b. pemberian hak kepada LSBU PTBMR untuk menerbitan Rincian Subklasifikasi dan Kualifikasi Badan Usaha

6. Survailen: Audit sistem manajemen mutu dilaksanakan dengan menggunakan data laporan kinerja tahunan

Skema sertifikasi disusun per subklasifikasi usaha jasa konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 82 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko. LSBU PTBMR menerapkan tipe Skema 6 sebagaimana diatur dalam ISO/SNI IEC:17067:2012 mencakup:

  1. Seleksi, mencakup kegiatan melengkapi dokumen permohonan, tinjauan permohonan (kecukupan permohonan) dan merencanakan determinasi/asesmen
  2. Determinasi, mencakup verifikasi dan asesemen (penilaian kesesuaian) kemampuan badan usaha
  3. Tinjauan, mencakup evaluasi hasil penilaian kesesuaian badan usaha terhadap pemenuhan persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi
  4. Keputusan sertifikasi oleh LSBU PTBMR, mencakup : penerimaan/penolakan, dan pemeliharaan sertifikasi
  5. Penetapan Sertifikasi oleh LPJK
  1. Hasil keputusan sertifikasi oleh LSBU PTBMR disampaikan kepada LPJK untuk mendapatkan penetapan
    b. pemberian hak kepada LSBU PTBMR untuk menerbitan Rincian Subklasifikasi dan Kualifikasi Badan Usaha
  1. Survailen: Audit sistem manajemen mutu dilaksanakan dengan menggunakan data laporan kinerja tahunan

2.1. Kualifikasi

  1. Kualifikasi Badan Usaha subsektor jasa Konstruksi untuk usaha Pekerjaan Konstruksi
    Terintegrasi hanya meliputi kualifikasi besar (B).
  2. BUJKA dan BUJK Penanaman Modal Asing harus memenuhi persyaratan kualifikasi
    besar(B).

2.2. Klasifikasi dan Subklasifikasi

Klasifikasi / Subklasifikasi Usaha Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi meliputi:

No Kasifikasi Usaha Sublkasifikasi Usaha Ruang Lingkup Kode KBLI Layanan Usaha yang diterapkan
1 Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Bangunan Gedung Konstruksi Bangunan Gedung Hunian (GT001) Kelompok ini mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan yang dipakai untuk hunian, seperti rumah tinggal, rumah tinggal sementara, rumah susun, apartemen dan kondominium. 4011 Rancangbangun (Design Build)
2

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Bangunan Gedung

Konstruksi Gedung Perkantoran (GT002)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk gedung perkantoran, seperti kantor dan rumah kantor (rukan). Termasuk pembangunan gedung untuk perkantoran yang dikerjakan oleh perusahaan real estate dengan tujuan untuk dijual.

41012

Rancang Bangun (Design Build)

3

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Bangunan Gedung

Konstruksi Gedung Industri (GT003)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk industri, seperti gedung perindustrian/pabrik, gedung workshop/bengkel kerja, bangunan pabrik untuk pengelolaan dan pemrosesan bahan nuklir.

41013

Rancang Bangun (Design Build)

4

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Bangunan Gedung

Konstruksi Gedung Perbelanjaan (GT004)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk perbelanjaan, seperti gedung perdagangan/pasar/mall, toserba, toko, dan rumah toko (ruko). Termasuk pembangunan ruko yang dikerjakan oleh perusahaan real estat dengan tujuan untuk dijual.

41014

Rancang Bangun (Design Build)

5

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Bangunan Gedung

Konstruksi Gedung Kesehatan (GT005)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk sarana kesehatan, seperti rumah sakit, poliklinik, puskesmas, balai pengobatan, gedung pelayanan kesehatan dan gedung laboratorium.

41015

Rancang Bangun (Design Build)

6

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Bangunan Gedung

Konstruksi Gedung Pendidikan (GT006)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk sarana pendidikan, seperti gedung sekolah, tempat kursus, laboratorium dan bangunan penunjang pendidikan lainnya.

41016

Rancang Bangun (Design Build)

7

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Bangunan Gedung

Konstruksi Gedung  Penginapan (GT007)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk gedung perhotelan.

41017

Rancang Bangun (Design Build)

8

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Bangunan Gedung

Konstruksi Gedung  Tempat Hiburan dan Olahraga (GT008)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk tempat hiburan, seperti bioskop, gedung kebudayaan/kesenian, gedung wisata dan rekreasi serta gedung olahraga. Termasuk pembangunan gedung untuk tempat hiburan yang dikerjakan oleh perusahaan real estat dengan tujuan untuk dijual.

41018

Rancang Bangun (Design Build)

9

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass (ST001)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi bangunan jembatan (termasuk jembatan rel), jalan layang, underpass, dan fly over.

42102

Rancang Bangun (Design Build)

10

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (ST002)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi sipil pengolahan air bersih seperti bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan menara air minum, reservoir air minum, jaringan pipa/penyalur distribusi air bersih, tangki air minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya.

42202

Perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan (Engineering Procurement And Construction – EPC)

11

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (ST003)

Kelompok ini mencakup usaha perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi untuk bangunan sipil elektrikal seperti bangunan sipil pembangkit, transmisi, distribusi dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik, jaringan pipa listrik lokal dan jarak jauh termasuk pembangunan gardu induk dan pemasangan tiang listrik dan menara.

42204

Perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan (Engineering Procurement And Construction – EPC)

12

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (ST004)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk bangunan prasarana sumber daya air seperti bendungan (dam), bendung (weir), embung, pintu air, talang (viaduk),siphon, check dam, tanggul dan saluran pengendali banjir, tanggul laut, bangunan pengambilan (free intake), krib,  waduk dan sejenisnya, stasiun pompa dan/atau prasarana sumber daya air lainnya.

42911

Rancang Bangun (Design Build)

13

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan (ST005)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk bangunan pelabuhan bukan perikanan seperti dermaga (jetty), trestle, sarana pelabuhan, dan sejenisnya. Termasuk konstruksi jalan air atau terusan, pelabuhan dan sarana jalur sungai, dok (pangkalan), lock (panama canal lock, hoover dam) dan lain-lain.

42912

Rancang Bangun (Design Build)

14

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (ST006)

Kelompok ini mencakup usaha perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi bangunan sipil pada kegiatan usaha hulu dan hilir minyak dan gas.

42915

Perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan (Engineering Procurement And Construction – EPC)

15

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan (ST007)

Kelompok ini mencakup usaha perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi untuk bangunan sipil pertambangan termasuk fasilitas eksplorasi dan operasi produksi pertambangan, dan pengendalian dampak lingkungan.

42916

Perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan (Engineering Procurement And Construction – EPC)

16

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi (ST008)

Kelompok ini mencakup usaha perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi untuk bangunan sipil panas bumi termasuk fasilitas hulu panas bumi, seperti sumur dan pipa penyalur.

42917

Perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan (Engineering Procurement And Construction – EPC)

17

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (ST009)

Kelompok ini mencakup usaha rancang bangun konstruksi untuk bangunan sipil fasilitas olah raga seperti bangunan stadion, olah raga lapangan (sepakbola, baseball, rugby, lintasan balap mobil dan motor), lapangan basket, hockey, lapangan tenis, lapangan golf, kolam renang termasuk kolam renang berdinding baja galvanized stainless steel standar Olympic, lintasan atletik, lapangan panahan, gelanggang olahraga dan lain-lain.

42918

Rancang Bangun (Design Build)

18

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya (ST010)

Kelompok ini mencakup usaha perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan bahan kimia dasar; pengolahan pupuk; pabrik plastik dan pabrik pengolahan karet; pengolahan hasil agrokimia; pabrik pengolahan kimia lainnya termasuk pabrik pengolahan produk farmasi dan petrokimia.

42923

Perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan (Engineering Procurement And Construction – EPC)

19

Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Konstruksi Bangunan Sipil

Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Militer dan Peluncuran Satelit (ST011)  

Kelompok ini mencakup usaha perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi untuk bangunan sipil  fasilitas militer seperti benteng, lubang perlindungan, pusat pengujian militer. Termasuk tempat peluncuran satelit.

42914

Perekayasaan, pengadaan dan pelaksanaan (Engineering Procurement And Construction – EPC)

3. Prosedur Penilaian Kesesuaian

  1. Penetapan kualifikasi Badan Usaha dilakukan berdasarkan penilaian kelayakan terhadap
    dokumen:
    a. Penjualan tahunan;
    b. Kemampuan keuangan;
    c. Ketersediaan tenaga kerja Konstruksi; dan
    d. Kemampuan dalam penyediaan peralatan Konstruksi.
  2. Penetapan kualifikasi Badan Usaha sebagaimana butir 1 diatas, dikelompokkan berdasar
    bentuk badan usaha :
    a. Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional (BUJKN)
    b. Badan Usaha Jasa Konstruksi Penanaman Modal Asing (BUJK PMA)
    c. Kantor Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing (KP BUJKA)

Identifikasi bentuk badan usaha sebagaimana butir 2 di atas dengan melakukan verifikasi dan validasi terhadap dokumen administrasi.

3.1. Data Administrasi

  1. Data administrasi badan usaha yang harus disampaikan adalah sebagai berikut :
    a. Lampiran 1 : Surat Permohonan Sertifikasi Badan Usaha
    b. Lampiran 2 : Surat Pernyataan Badan Usaha
    c. Lampiran 3 : Formulir Isian Data Administrasi
    d. Lampiran 4 : Formulir Isian Data Pengurus
  2. Data administrasi badan usaha yang harus disampaikan adalah sebagai berikut :
    a. Akte perusahaan beserta perubahannya (jika ada) yang sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM,
    b. Nomor Induk Berusahaha (NIB) dan Sertifikat Standar
    c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan
    d. Registrasi kantor perwakilan bagi KP BUJKA

3.2. Penjualan Tahunan

  1. Data Penjualan Tahunan yang harus disampaikan dalam Lampiran 5 : Formulir Isian Data Penjualan Tahunan
  2. Penjualan tahunan dibuktikan dengan rekaman kontrak kerja Konstruksi yang disahkan oleh pemilik pekerjaan dan telah tercatat sebagai pengalaman Badan Usaha.
  3. Nilai penjualan tahunan didasarkan pada perolehan pekerjaan dalam masa berlakunya SBU Konstruksi sebagai berikut:

    Penjualan Tahunan kegiatan usaha Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi

    No Bentuk Badan Usaha Nilai Penjualan Tahunan Keterangan
    1 BUJKN Rp. 50.000.000.000,- Akumulai penjualan tahunan sejenis
    2 BUJK PMA Rp. 50.000.000.000,- Akumulai penjualan tahunan sejenis
    3 KP BUJKA Rp. 100.000.000.000,- Akumulai penjualan tahunan sejenis
  4. Data Penjualan Tahunan yang harus disampaikan dalam Lampiran 5: Formulir Isian Data
    Penjualan Tahunan
     meliputi :
    a. nama paket pekerjaan;
    b. nama pengguna jasa;
    c. tahun pelaksanaan pekerjaan;
    d. nilai pekerjaan;
    e. berita acara serah terima pekerjaan; dan
    f. kinerja penyedia jasa tahunan.
  5. Dalam hal kontrak kerja Konstruksi terdapat bentuk kerja sama operasional dan/atau kontrak dengan subpenyedia jasa, laporan penjualan tahunan dipisahkan sesuai dengan porsinya.
  6. Dalam hal penjualan tahunan sudah digunakan pada subklasifikasi tertentu, penjualan tahunan tidak dapat digunakan untuk permohonan kualifikasi dan subklasifikasi yang berbeda
  7. Dalam hal BUJK mengajukan perubahan untuk peningkatan kualifikasi, penilaian terhadap penjualan tahunan dilakukan terhadap akumulasi penjualan tahunan sejenis.

3.3. Kemampuan Keuangan

  1. Data Kemampuan Keuangan yang harus disampaikan adalah :
    a. Lampiran 6 : Formulir Data Keuangan
    b. Lampiran 7 : Tabel Neraca
  2. Kemampuan keuangan diperoleh dari nilai total equitas pada neraca keuangan
    BUJKN/BUJA-PMA/KP BUJKA Laporan audit kantor akuntas publik (KAP) yang teregistrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Total ekuitas dihitung dari selisih antara aktiva dengan total kewajiban
  4. Nilai Total Equitas pada neraca keuangan yang telah diaudit akuntan publik harus
    memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Total Equitas pada neraca keuangan

No

Bentuk Badan Usaha

Total Equitas pada neraca keuangan

Keterangan

1

BUJKN

Rp. 25.000.000.000,-

Neraca tahun berjalan (N) dan 1 tahun dibelakang tahun berjalan (N-1)

2

BUJK PMA

3

KP BUJKA

Rp. 35.000.000.000,-

  1. Dalam hal total ekuitas dinyatakan dalam mata uang asing, total ekuitas harus dikonversi ke dalam mata uang rupiah menggunakan kurs yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada saat pengajuan penetapan kualifikasi.

3.4. Tenaga Kerja Konstruksi

  1. Data Tenaga Kerja Konstruksi yang harus disampaikan adalah :
    a. Lampiran 8 : Formulir Isian Data Tenaga Kerja Konstruksi
    b. Lampiran 9 : Formulir Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri Dan Perikatan Kerja
    c. Rekaman Sertifikat Keahlian Kerja (SKA)
    d. Rekaman KTP
    e. Rekaman NPWP
  2. Yang dimaksud dengan Tenaga kerja Konstruksi meliputi:
    a. Penanggung Jawab Badan Usaha (PJBU);
    b. Penanggung Jawab Teknis Badan Usaha (PJTBU); dan/atau
    c. Penanggung Jawab Subklasifikasi Badan Usaha (PJSKBU).
  3. Tenaga kerja Konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan tenaga tetap Badan Usaha yang tidak boleh merangkap jabatan pada Badan Usaha lain.
  4. Dalam hal tenaga kerja Konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 mengundurkan diri, BUJK harus melakukan penggantian tenaga kerja Konstruksi dengan kualifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) minimal sama dengan yang diganti, paling lama 7 (tujuh) Hari sejak tenaga kerja Konstruksi mengundurkan diri.
  5. Setiap penggantian tenaga kerja konstruksi, BUJK wajib melaporkan kepada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
  6. Persyaratan Ketersediaan Tenaga Kerja Konstruksi Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi adalah sebagai berikut :

6.1 Tenaga Kerja Konstruksi Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi berdasarkan jabatan.